Gaji Karyawan

Gaji Tentara Perbulan TNI AD, AL dan AU Beserta Tunjangannya

Lukman Brata Diterbitkan 19:43 10 menit membaca
Gaji Tentara Perbulan TNI AD, AL dan AU Beserta Tunjangannya
Ukuran Teks:

Bandung, Hrtime.co.id – Besaran gaji tentara perbulan menjadi salah satu informasi yang paling sering dicari, terutama oleh calon anggota TNI, orang tua, hingga masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana sistem penghasilan prajurit di Indonesia. Tak sedikit pula yang penasaran apakah gaji tentara hanya berasal dari gaji pokok atau masih ditambah berbagai tunjangan.

Pada dasarnya, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima gaji pokok sesuai pangkat dan masa kerja. Di luar itu, mereka juga memperoleh sejumlah tunjangan yang membuat total penghasilan setiap bulan bisa jauh lebih besar dibandingkan gaji pokok yang tercantum dalam aturan pemerintah.

Besaran gaji tersebut terus menjadi perhatian karena profesi tentara memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan negara. Mulai dari bertugas di markas, mengikuti latihan militer, hingga menjalankan operasi di wilayah perbatasan, setiap prajurit memiliki hak atas penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lalu, berapa sebenarnya gaji tentara per bulan di Indonesia? Berikut penjelasan lengkap mulai dari tamtama, bintara, perwira, hingga jenderal beserta tunjangan yang bisa diterima.

Berapa Gaji Tentara Perbulan di Indonesia?

Gaji anggota TNI ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan golongan kepangkatan dan masa kerja golongan (MKG). Semakin tinggi pangkat dan semakin lama masa dinas seorang prajurit, semakin besar pula gaji pokok yang diterimanya.

Namun, gaji pokok bukanlah satu-satunya sumber penghasilan. Anggota TNI juga memperoleh berbagai tunjangan sesuai jabatan, status keluarga, lokasi penugasan, hingga risiko pekerjaan. Karena itu, nominal yang diterima setiap anggota TNI bisa berbeda meskipun memiliki pangkat yang sama.

Secara umum, gaji pokok tentara di Indonesia berada pada kisaran Rp1,7 juta hingga lebih dari Rp6 juta per bulan. Setelah ditambah berbagai tunjangan, total penghasilan bulanan dapat meningkat cukup signifikan.

Faktor yang Menentukan Besaran Gaji

Besarnya penghasilan anggota TNI dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

  • Pangkat dan golongan kepangkatan.
  • Masa kerja golongan (MKG).
  • Jabatan yang diemban.
  • Status menikah atau belum menikah.
  • Jumlah tanggungan keluarga.
  • Lokasi penugasan.
  • Penugasan operasi militer atau daerah khusus.
  • Jenis tunjangan yang diterima.

Karena faktor-faktor tersebut, dua anggota TNI dengan pangkat yang sama belum tentu menerima penghasilan bulanan dalam jumlah yang sama.

Daftar Gaji Tentara Perbulan Berdasarkan Pangkat

Pemerintah telah menetapkan besaran gaji pokok anggota TNI berdasarkan pangkat dan masa kerja. Berikut kisaran gaji pokok yang menjadi acuan.

PangkatKisaran Gaji Pokok per Bulan
Prajurit Dua (Prada)Rp1.775.000 – Rp2.742.000
Prajurit Satu (Pratu)Rp1.830.000 – Rp2.827.000
Prajurit Kepala (Praka)Rp1.887.000 – Rp2.915.000
Kopral Dua (Kopda)Rp1.971.000 – Rp3.058.000
Kopral Satu (Koptu)Rp2.032.000 – Rp3.148.000
Kopral Kepala (Kopka)Rp2.096.000 – Rp3.240.000
Sersan Dua (Serda)Rp2.272.000 – Rp3.733.000
Sersan Satu (Sertu)Rp2.343.000 – Rp3.850.000
Sersan Kepala (Serka)Rp2.417.000 – Rp3.971.000
Sersan Mayor (Serma)Rp2.493.000 – Rp4.095.000
Pembantu Letnan Dua (Pelda)Rp2.572.000 – Rp4.220.000
Pembantu Letnan Satu (Peltu)Rp2.651.000 – Rp4.347.000
Letnan Dua (Letda)Rp2.954.000 – Rp4.779.000
Letnan Satu (Lettu)Rp3.046.000 – Rp5.006.000
KaptenRp3.141.000 – Rp5.163.000
MayorRp3.462.000 – Rp5.692.000
Letnan KolonelRp3.574.000 – Rp5.870.000
KolonelRp3.688.000 – Rp6.039.000
Brigadir JenderalRp3.880.000 – Rp6.373.000
Mayor JenderalRp4.014.000 – Rp6.635.000
Letnan JenderalRp4.160.000 – Rp6.929.000
JenderalRp5.657.000 – Rp6.405.000

Perlu diketahui bahwa angka pada tabel di atas merupakan gaji pokok. Penghasilan yang diterima setiap bulan biasanya lebih besar karena masih ditambah berbagai tunjangan sesuai ketentuan pemerintah.

Gaji Tentara Perbulan Tamtama

Tamtama merupakan jenjang awal dalam karier seorang prajurit TNI. Sebagian besar anggota yang baru lulus pendidikan militer akan memulai masa dinas dari golongan ini sebelum memperoleh kenaikan pangkat secara bertahap.

Meskipun berada pada tingkat awal, prajurit tamtama tetap memperoleh hak yang sama berupa gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan tertentu, hingga fasilitas negara sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini membuat total penghasilan yang diterima setiap bulan lebih tinggi dibandingkan gaji pokoknya.

Pangkat Tamtama

Golongan tamtama terdiri dari beberapa jenjang kepangkatan, yaitu:

  • Prajurit Dua (Prada)
  • Prajurit Satu (Pratu)
  • Prajurit Kepala (Praka)
  • Kopral Dua (Kopda)
  • Kopral Satu (Koptu)
  • Kopral Kepala (Kopka)

Secara umum, gaji tentara perbulan tamtama berada pada kisaran Rp1,7 juta hingga Rp3,2 juta untuk gaji pokok. Nominal tersebut akan meningkat seiring bertambahnya masa kerja dan kenaikan pangkat.

Bagi prajurit yang telah berkeluarga atau mendapatkan penugasan tertentu, total penghasilan bulanan juga akan bertambah karena adanya tunjangan yang diberikan oleh negara.

Gaji Tentara Bintara Perbulan

Setelah melewati jenjang tamtama, prajurit TNI dapat memperoleh kenaikan pangkat ke golongan bintara. Pada jenjang ini, tanggung jawab yang diemban umumnya lebih besar karena seorang bintara tidak hanya menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga membina serta memimpin anggota di bawahnya.

Tidak heran jika gaji tentara bintara lebih tinggi dibandingkan tamtama. Selain dipengaruhi oleh pangkat, besarnya gaji juga mengikuti masa kerja golongan (MKG) sehingga prajurit senior memperoleh penghasilan lebih besar daripada anggota yang baru naik pangkat. Struktur gaji TNI yang berlaku hingga saat ini masih mengacu pada PP Nomor 6 Tahun 2024 yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2024.

Daftar Pangkat Bintara TNI

Golongan bintara terdiri dari enam pangkat, yaitu:

  • Sersan Dua (Serda)
  • Sersan Satu (Sertu)
  • Sersan Kepala (Serka)
  • Sersan Mayor (Serma)
  • Pembantu Letnan Dua (Pelda)
  • Pembantu Letnan Satu (Peltu)

Berikut kisaran gaji pokok bintara TNI per bulan.

PangkatGaji Pokok per Bulan
SerdaRp2.272.100 – Rp3.733.700
SertuRp2.343.100 – Rp3.850.500
SerkaRp2.417.300 – Rp3.971.000
SermaRp2.493.100 – Rp4.095.200
PeldaRp2.572.100 – Rp4.220.600
PeltuRp2.651.900 – Rp4.347.400

Nominal tersebut merupakan gaji pokok. Penghasilan yang diterima setiap bulan bisa lebih tinggi karena masih ditambah berbagai tunjangan sesuai jabatan dan penugasan.

Gaji Serda Perbulan

Banyak calon anggota TNI mencari informasi mengenai gaji tentara Serda perbulan karena pangkat ini menjadi jenjang awal bagi golongan bintara.

Seorang Sersan Dua (Serda) menerima gaji pokok mulai sekitar Rp2,27 juta hingga Rp3,73 juta per bulan, bergantung pada masa kerja. Setelah ditambah tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, hingga tunjangan lain yang memenuhi syarat, total penghasilan bulanannya bisa lebih besar.

Kenaikan pangkat dari Serda menjadi Sertu, Serka, hingga Pelda juga diikuti dengan peningkatan gaji pokok sesuai ketentuan pemerintah.

Gaji Perwira TNI Perbulan

Golongan perwira merupakan jenjang kepemimpinan dalam organisasi TNI. Seorang perwira bertanggung jawab merencanakan operasi, memimpin satuan, hingga mengambil keputusan strategis sesuai tingkat jabatannya.

Karena tanggung jawab yang lebih besar, gaji perwira TNI juga lebih tinggi dibandingkan tamtama maupun bintara. Besarnya gaji tetap mengikuti pangkat dan masa kerja.

Daftar Gaji Perwira TNI

Berikut kisaran gaji pokok perwira TNI.

PangkatGaji Pokok per Bulan
Letnan DuaRp2.954.200 – Rp4.779.300
Letnan SatuRp3.046.600 – Rp5.006.500
KaptenRp3.141.900 – Rp5.163.100
MayorRp3.462.300 – Rp5.692.500
Letnan KolonelRp3.573.900 – Rp5.870.900
KolonelRp3.688.800 – Rp6.039.500

Selain gaji pokok, perwira biasanya memperoleh tunjangan jabatan yang nominalnya menyesuaikan posisi dan tanggung jawab yang diemban. Oleh karena itu, total penghasilan seorang perwira aktif dapat jauh lebih tinggi dibandingkan angka gaji pokok.

Gaji Jenderal TNI

Jenderal merupakan pangkat tertinggi dalam struktur kepangkatan TNI Angkatan Darat. Sementara di TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, pangkat setara adalah Laksamana dan Marsekal.

Walaupun memiliki tanggung jawab yang sangat besar, gaji pokok seorang jenderal sebenarnya tidak terpaut terlalu jauh dibandingkan perwira tinggi lainnya. Perbedaan penghasilan biasanya berasal dari tunjangan jabatan dan fasilitas kedinasan.

Daftar Gaji Perwira Tinggi

PangkatGaji Pokok per Bulan
Brigadir JenderalRp3.880.400 – Rp6.373.200
Mayor JenderalRp4.014.900 – Rp6.635.400
Letnan JenderalRp4.160.700 – Rp6.929.700
JenderalRp5.657.400 – Rp6.405.500

Besaran tersebut adalah gaji pokok sesuai ketentuan pemerintah. Perwira tinggi yang menduduki jabatan tertentu masih memperoleh berbagai tunjangan lain sesuai peraturan yang berlaku.

Gaji TNI AD dan Tunjangannya

Banyak masyarakat mengira penghasilan anggota TNI hanya berasal dari gaji pokok. Padahal, prajurit juga menerima berbagai tunjangan yang menjadi bagian dari hak selama menjalankan tugas.

Jenis tunjangan yang diterima dapat berbeda-beda tergantung pangkat, jabatan, lokasi penugasan, hingga status keluarga.

Jenis Tunjangan Anggota TNI

Beberapa tunjangan yang dapat diterima anggota TNI antara lain:

  • Tunjangan keluarga.
  • Tunjangan istri atau suami.
  • Tunjangan anak.
  • Tunjangan jabatan.
  • Tunjangan beras.
  • Uang makan sesuai ketentuan.
  • Tunjangan penugasan tertentu.
  • Tunjangan operasi militer.
  • Tunjangan daerah perbatasan atau wilayah terpencil.
  • Tunjangan kinerja pada jabatan tertentu.

Besaran setiap tunjangan tidak selalu sama karena mengikuti regulasi pemerintah dan kebijakan instansi terkait.

Total Gaji Tentara Perbulan

Jika seluruh komponen penghasilan dihitung, total gaji tentara perbulan bisa lebih besar dibandingkan gaji pokok yang sering beredar di internet.

Sebagai contoh, seorang bintara atau perwira yang telah berkeluarga dan memegang jabatan tertentu dapat menerima penghasilan bulanan yang terdiri atas:

  • Gaji pokok.
  • Tunjangan keluarga.
  • Tunjangan jabatan.
  • Tunjangan beras.
  • Uang makan.
  • Tunjangan penugasan apabila memenuhi syarat.

Karena komponen tersebut berbeda pada setiap prajurit, tidak ada satu angka yang dapat mewakili seluruh anggota TNI. Itulah sebabnya penghasilan dua tentara dengan pangkat yang sama bisa saja berbeda.

Kenapa Gaji TNI Dianggap Kecil?

Pertanyaan “kenapa gaji TNI kecil?” cukup sering muncul di mesin pencari. Anggapan tersebut umumnya muncul karena masyarakat hanya melihat nominal gaji pokok, tanpa memperhitungkan berbagai komponen penghasilan lain yang diterima anggota TNI setiap bulan.

Padahal, sistem penghasilan TNI terdiri dari beberapa komponen, mulai dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, uang makan, hingga tunjangan penugasan tertentu. Dengan kata lain, nominal yang masuk ke rekening prajurit biasanya lebih besar dibandingkan gaji pokok yang tercantum dalam peraturan pemerintah.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai kesejahteraan prajurit masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu alasannya adalah tingginya risiko pekerjaan, tuntutan profesionalisme, hingga biaya hidup yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Beberapa Alasan Munculnya Anggapan Tersebut

Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat menganggap gaji tentara relatif kecil.

  • Nominal yang sering beredar di internet hanya gaji pokok.
  • Banyak orang belum mengetahui adanya berbagai tunjangan.
  • Profesi tentara memiliki risiko kerja yang tinggi sehingga masyarakat berharap penghasilannya lebih besar.
  • Biaya hidup di beberapa daerah terus meningkat setiap tahun.
  • Sebagian prajurit bertugas di wilayah terpencil atau perbatasan dengan tantangan yang tidak ringan.

Pada 2024, Panglima TNI juga pernah menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan prajurit masih menjadi perhatian, termasuk usulan penyesuaian tunjangan agar penghasilan lebih sesuai dengan kebutuhan hidup.

Apakah Gaji TNI AD, AL, dan AU Berbeda?

Banyak orang mengira anggota TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) memiliki sistem gaji yang berbeda. Padahal, gaji pokok ketiga matra tersebut sama apabila pangkat dan masa kerjanya sama.

Perbedaannya biasanya berasal dari jenis penugasan, jabatan, maupun tunjangan khusus yang diterima. Misalnya, prajurit yang bertugas di kapal perang, pangkalan udara, daerah perbatasan, atau satuan operasi tertentu dapat memperoleh tambahan penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Artinya, seorang Letnan Dua TNI AD dan Letnan Dua TNI AL memiliki gaji pokok yang sama apabila masa kerjanya setara. Yang membedakan adalah komponen tunjangan sesuai tugas dan jabatan masing-masing.

Gaji Tentara Perbulan atau Pertahun?

Sebagian pembaca juga mencari informasi mengenai gaji tentara perbulan atau pertahun. Pada dasarnya, pemerintah menetapkan gaji pokok dalam satuan bulanan.

Jika ingin mengetahui estimasi penghasilan selama satu tahun, kamu cukup mengalikan gaji bulanan dengan 12 bulan. Di luar itu, anggota TNI juga berhak memperoleh penghasilan lain sesuai ketentuan, seperti gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) apabila diatur dalam kebijakan pemerintah yang berlaku pada tahun berjalan.

Karena adanya komponen tersebut, total penghasilan tahunan setiap prajurit bisa berbeda meskipun memiliki pangkat yang sama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa gaji tentara perbulan di Indonesia?

Gaji pokok anggota TNI berkisar mulai sekitar Rp1,7 juta hingga lebih dari Rp6 juta per bulan, tergantung pangkat dan masa kerja. Total penghasilan biasanya lebih besar setelah ditambah berbagai tunjangan.

Berapa gaji tentara tamtama per bulan?

Golongan tamtama menerima gaji pokok sekitar Rp1,7 juta hingga Rp3,2 juta per bulan, bergantung pada pangkat dan masa kerja.

Berapa gaji bintara TNI AD?

Gaji pokok bintara TNI berada pada kisaran Rp2,27 juta hingga Rp4,34 juta per bulan. Nominal tersebut belum termasuk tunjangan yang diterima sesuai ketentuan pemerintah.

Berapa gaji perwira TNI?

Perwira TNI menerima gaji pokok mulai sekitar Rp2,95 juta hingga lebih dari Rp6 juta per bulan, tergantung pangkat dan masa kerja.

Berapa gaji jenderal TNI?

Seorang jenderal menerima gaji pokok sekitar Rp5,65 juta hingga Rp6,40 juta per bulan. Selain itu, terdapat berbagai komponen tunjangan dan fasilitas sesuai jabatan yang diemban.

Kesimpulan

Besaran gaji tentara perbulan di Indonesia ditentukan berdasarkan pangkat dan masa kerja. Semakin tinggi pangkat serta semakin lama masa dinas seorang prajurit, semakin besar pula gaji pokok yang diterima.

Namun, gaji pokok bukan satu-satunya sumber penghasilan. Anggota TNI juga memperoleh berbagai tunjangan sesuai jabatan, status keluarga, lokasi penugasan, dan jenis tugas yang dijalankan. Karena itu, total gaji tentara perbulan umumnya lebih besar daripada angka gaji pokok yang sering beredar di internet.

Perlu diingat bahwa nominal gaji dan tunjangan dapat berubah apabila pemerintah menerbitkan peraturan baru. Oleh sebab itu, selalu gunakan informasi dari regulasi resmi sebagai acuan utama.

Seorang HR di salah satu perusahaan BUMN Indonesia. Tinggal dan berkantor di kota Bandung. Suka berbagi seputar dunia karier dan HR management.

Tinggalkan komentar